March 24, 2013

PENGENALAN PENYAKIT DEMAM DENGUE (DD) DAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Spektrum Klinis
Infeksi virus dengue tergantung dari faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh dengan faktor-faktor yang mempengaruhi virulensi virus. Dengan demikian infeksi virus dengue dapat menyebabkan keadaan yang bermacam-macam, mulai dari tanpa gejala (asimtomatik), demam ringan yang tidak spesifik (undifferentiated febrile illness), Demam Dengue, atau bentuk yang lebih berat yaitu Demam Berdarah Dengue dan Sindrom Syok Dengueu (SSD).

Demam Dengue
Gejala klinik demam dengue ialah gejala demam tinggi mendadak, kadang-kadang bifasik (saddle back fever/demam pelana kuda), nyeri kepala berat, nyeri belakang bola mata, nyeri otot, tulang, atau sendi, mual, muntah, dan timbulnya ruam. Ruam berbentuk makulopapular yang bisa timbul pada awal penyakit (1-2 hari) kemudian menghilang tanpa bekas dan selanjutnya timbul ruam merah halus pada hari ke-6 atau ke-7 terutama di daerah kaki, telapak kaki dan tangan. Selain itu, dapat juga ditemukan oetekia. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan leukopeni kadang-kadang dijumpai trobositopeni. Masa penyembuhan dapt disertai rasa lesu yang berkepanjangan, terutama pada dewasa. Pada keadaan wabah telah dilaporkan adanya demam dengue yang disertai dengan perdarahan seperti : epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna, hematuri, dan menoragi. Demam Dangue (DD), yang disertai dengan perdarahan harus dibedakan dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada penderita DBD dijumpai kebocoran plasma yang dibuktikan dengan adanya hemokonsentrasi, pleural efusi dan asites.

Demam Berdarah Dengue (DBD)
Bentuk klasik dari DBD ditandai dengan demam tinggi, mendadak 27 hari, disertai dengan muka kemerahan. Keluhan seperti anoreksia, sakit kepala, nyeri otot, tulang, sendi, mual dan muntah sering ditemukan. Beberapa penderita mengeluh nyeri menelan pada farings hiperemis ditemukan pada pemeriksaan, namun jarang ditemukan batuk pilek. Biasanya ditemukan juga nyeri perut dirasakan di epigastrium dan di bawah tulang iga. Demam tinggi dapat menimbulkan kejang demam terutama pada bayi.
Bentuk perdarahan yang paling sering adalah tourniquet (rumple leede) positif, kulit mudah memar dan perdarahan pada bekas suntikan intravena atau pada bekas pengambilan darah. Kebanyakan kasus, petekia halus ditemukan tersebar di daerah ekstemitas, aksila, wajah, dan palatumole, yang biasanya ditemukan pada fase awal demam. Epitaksis dan perdarahan gusi lebih jarang ditemukan, perdarahan saluran cerna ringan dapat ditemukan pada fase demam. Hati biasanya membesar dengan variasi dari just palpable sampai 2-4cm di bawah arcus costae kanan. Sekalipun pembesaran hati tidak berhubungan dengan berat ringannya penyakit namun pembesaran hati lebih sering ditemukan pada penderita dengan syok.
Masa kritis dari penyakit terjadi pada akhir fase demam, pada saat ini terjadi penurunan suhu yang tiba-tiba yang sering disertai dengan gangguan sirkulasi yang berfareasi dalam berat-ringannya. Pada kasus dengan gangguan sirkulasi ringan perubahan terjadi minimal dan sementara, pada kasus berat penderita dapat mengalami syok.

Laboratorium
Trobositopeni dan hemokonsentrasi merupakan kelainan yang selalu ditemukan pada DBD. Penurunan jumlah trombosit <100.000/pl biasanya ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-8 sakit, sering terjadi sebelum atau bersamaan dengan perubahan nilai hematokrit. Hemokonsentrasi yang disebabkan oleh kebocoran olasma dinilai dari peningkatan nilai hematokrit. Penurunan nilai trombosit yang disertai atau segera disusul dengan peningkatan nilai hematokrit sangat unik uantuk DBD, kedua hal tersebut biasanya terjadi pada saat suhu turun atau sebelum syok terjadi. Perlu diketahui bahwa nilai hematokrit dapat dipengaruhi oleh pemberian cairan atau oleh perdarahan. Jumlah leukosit bisa menurun (leukopenia) atau leukositosis, limfositosis relatif dengan limfosit atipik sering ditemukan pada saat sebelum suhu turun atau syok. Hipoproteinemi akibat kebocoran pada plasma biasa ditemukan. Adanya fibrinolisis dan gangguan koagulasi tampak pada pengurangan fibrinogen, protrombin, faktor VIII, faktor XII, dan antitrombin III. PTT  dan PT memanjang pada sepertiga sampai setengah kasus DBD. Fungsi trombosit juga terganggu. Asidosis metabolik dan peningkatan BUN ditemukan pada syok berat. Pada pemeriksaan radiologis bisa ditemukan efusi pleura, terutama sebelah kanan. Berat-ringannya efusi pleura berhubungan dengan berat-ringannya penyakit. Pada pasien yang mengalami syik, efusi pleura dapat ditemukan bilateral.

Sindrom Syok Dengue (SSD)
Syok biasanya terjadi pada saat atau segera setelah suhu turun, antara hari ke-3 sampai hari sakit ke-7. Pasien mula-mula terlihat letargi atau gelisah kemudian jatuh ke dalam syok yang ditandai dengan kulit dingin-lembab, sianosis sekitar mulut, nadi cepat-lemah, tekanan nadi < 20 mmHg dan hipotensi. Kebanyakan pasien masih tetap sadar sekalipun sudah mendeteksi stadium akhir. Dengan diagnosis dini dan penggantian cairan adekuat, syok biasanya teratasi dengan segera, namun bila terlabat diketahui atau pengobatan tidak adekuat, syok dapat menjadi syok berat dengan berbagai penyulitnya seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat saluran cerna, sehingga memperburuk prognosis. Pada masa penyembuhan yang biasanya terjadi dalam 23 hari, kadang-kadang ditemukan sinus bradikardi atau aritmia, dan timbul ruam pada kulit. Tanda prognostik baik apabila pengeluaran urin cukup dan kembalinya nafsu makan.
Penyulit SSD : penyakit lain dari SSD adalah infeksi (pneumonia, sepsis, flebitis) dan terlalu banyak cairan (over hidrasi), manifestasi klinik infeksi virus yang tidak lazim seperti ensefalopati dan gagal hati.

Definisi Kasus Demam Dengue atau Demam Berdarah Dengue (DBD)
A. Secara Laboratoris
     1. Presumsi Positif (Kemungkinan Demam Dengue)
          Apabila ditemukan demam akut disertai dua atau lebih manifestasi klinis berikut ; nyeri
          kepala, nyeri belakang mata, miagia, artralgia, ruam, manifestasi perdarahan, leukopenia,
          uji HI >_1.280 atau IgM anti dengue positif, atau pasien berasal dari daerah yang pada
          saat yang sama ditemukan kasus confirmed dengue infection.
     2. Confimed DBD (Pasti DBD)
          Kasus dengan konfirmasi laboratorium sebagai berikut :
          Deteksi antigen dengue, peningkatan titer antibodi > 4 kali pada pasangan serum akut dan
          serum konvalesens, dan atau isolasi virus.
B. Secara Minis
     1. Kasus DBD
          - Demam akut 2-7 hari, bersifat bifasik
          - Manifestasi perdarahan yang biasanya berupa :
             + uji tourniquet positif
             + petekia, ekimosis, atau purpura
             + perdarahan mukosa, saluran cerna dan tempat bekas suntikan
             + Kematemesis atau melena
          - Trombositopenia < 100.000/pl
          - Kebocoran plasma yang ditandai dengan
             + Peningkatan nilai hematokrit >_ 20% dari nilai baku sesuai umur dan jenis kelamin
             + Penurunan nilai hematokrit >_ 20% setelah pemberian cairan yang adekuat. Nilai Ht
                normal diasumsikan sesuai nilai setelah pemberian cairan.
             + Efusi pleura, asites, hipoproteinemia
     2. SSD
          Definisi kasus DBD ditambah gangguan sirkulasi yang ditandai dengan :
          - Nadi cepat, lemah, tekanan nadi < 20 mmHg, perfusi menurun
          - Hipotensi, kulit dingin-lembab, dan anak tampak gelisah

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews