October 4, 2011

Skrining Resep


Skrining Resep
Gambar 1. Resep (Apasih.com)
Menurut Keputusan Mentri Kesehatan No. 1027/MENKES/SK/IX/2004 tentang standard pelayanan kefarmasian di apotek, Apoteker dalam melakukan skrining resep meliputi :
1. Persyaratan adsministratif :
    -Nama, SIP, dan Alamat dokter.
    -Tanggal penulisan resep
    -Tanda tangan / paraf dokter penulis resep.
    -Nama, alamat, umur, jenis kelamin, dan berat badan pasien
    -Nama obat, potensi, dosis, jumlah yang diminta
    -Cara pemakian yang jelas
    -Informasi lainnya
2. Kesesuaian farmasetik : bentuk sediaan, dosis, potensi, stabilitas, inkompaktibilitas, cara dan
    lama pemberian.
3. Pertimbangan klinis : adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi, jumlah
    obat dan lain-lain).

Keterangan  : 
1. Persyaratan Adsministratif
    1.1. Nama dan alamat dokter serta nomor surat izin praktek dan dapat pula nomor telp. jam dan
           hari praktek
    1.2. Nama kota serta tanggal resep itu ditulis dokter
    1.3. Tanda tangan / paraf dokter penulis resep. Merupakan tanda tangan/paraf dokter/
           dokter gigi / dokter hewan yang menuliskan resep tersebut yang menjadikan resep itu
           otentik
    1.4. Nama, alamat, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien
           Nama pasien ditulis dibelakang kata Pro : merupakan identifikasi pasien dan sebaiknya
           dilengkapi dengan alamat yang memudahkan penelusuran bila terjadi sesuatu dengan
            obat pada pasien
    1.5. Nama obat, potensi, dosis, jumlah yang diminta
    1.6. Cara pemakian yang jelas
    1.7. Info lainnya
2. Kesesuaian Farmasetik
    2.1. Bentuk sediaan.
    2.2. Dosis
           Dosis adalah jumlah atau takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu
           terhadap suatu penyakit atau gejala sakit. Jika dosis terlalu rendah (under dose) maka
           efek terapi tidak tercapai. Jika belebih (overdose) bisa menimbulkan efek toksik atau
           keracunan bahkan sampai dengan kematian.
    2.3. Potensi
           Potensi obat adalah kekuatan obat atau potensi suatu obat diberikan sesuai dengan umur
           dan seberapa parah penyakit yang diderita pasien
    2.4. Stabilitas
           Pemilihan obat tergantung juga pada kestabilan suatu sediaan. Misalnya untuk obat-obat
           yang tidak stabil terhadap udara, maka pemberian obat oleh dokter juga harus
           diperhatikan
    2.5. Inkompaktibilitas
           Inkompaktibilitas adalah ketidak campuran suatu obat. Ketidak campuran ini termasuk
           interaksi farmasetis. Inkompaktibilitas ini terjadi di luar tubuh ( sebelum diberikan ) antara
           obat yang tidak dapat campur. Pencapuran obat demikian menyebabkan terjadinya
           interaksi langsung secara fisik atau kimiawi, perubahan warna, dll. atau mungkin juga
           tidak terlihat interaksi ini biasanya berakibat inaktivasi obat (Rosyidah, 2009)
    2.6. Cara Pemberian
           Aturan pakai obat oleh penderita umumnya ditulis dengan singkatan bahasa latin, aturan
           pakai ditandai dengan signatura (Zaman dan J, 1990)
3. Pertimbangan Klinis
    Pertimbangan klinis berupa adanya alergi, efek samping, interaksi, kesesuaian (dosis, durasi,
    jumlah obat dll). Jika ada keraguan terhadap resep hendaknya dikonsultasikan kepada
    dokter penulis resep dengan memberikan pertimbangan dan alternatif seperlunya bila perlu
    menggunakan persetujuan setelah pemberitahuan

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews